简体版 繁體版 English
Masuk Daftar

contoh kalimat transparency international

"transparency international" terjemahan bahasa Indonesia  
ContohHandphone
  • We had this small NGO, Transparency International.
    Ada sebuah LSM kecil, Transparansi Internasional.
  • Transparency International Indonesia and UNODC establish an anti-corruption forum
    Transparency International Indonesia dan UNODC membentuk forum anti korupsi
  • Transparency International has Launched the Comparative Study of State Secrets Law
    Transparency International Luncurkan Kajian Komparatif UU Rahasia Negara
  • Angola currently ranks in the top 18 most corrupt countries, according to Transparency International.
    Angola saat ini menduduki peringkat ke-18 dalam daftar negara terkorup, menurut Transparansi Internasional.
  • It is rated as the least corrupt country in Africa by international corruption watchdog Transparency International.
    Negara ini dianggap sebagai negara yang paling bersih dari korupsi di Afrika menurut Transparency International.
  • In 2015 Transparency International ranked Ukraine 130th out of 168 countries in its Corruption Perceptions Index.
    Pada tahun 2015 Transparency International menempatkan Ukraina pada peringkat 130 dari 168 negara dalam Indeks Persepsi Korupsi.
  • Singapore has been consistently rated among the least corrupt countries in the world by Transparency International.
    Singapura beberapa kali masuk sebagai salah satu negara dengan tingkat korupsi terendah di dunia oleh Transparency International.
  • Both Transparency International and the Corruption Eradication Commission have called for more transparency on beneficial ownership of limited companies in Indonesia.
    Lembaga Transparansi Internasional dan Komisi Pemberantasan Korupsi telah meminta transparansi lebih pada beneficial owner perseroan terbatas di Indonesia.
  • December 2 - Transparency International issues its 2014 Corruption Perceptions Index with Somalia tying with North Korea with the lowest ranking.
    2 Desember – Transparency International menerbitkan Indeks Persepsi Korupsi 2014 menampilkan Somalia yang berada di posisi yang sama dengan Korea Utara dengan peringkat terendah.
  • According to Transparency International, Suharto is the most corrupt leader in modern history, having embezzled an alleged $15–35 billion during his rule.
    Menurut Transparency International, Soeharto menggelapkan uang dengan jumlah terbanyak dibandingkan pemimpin dunia lain dalam sejarah dengan perkiraan 15–35 miliar dolar A.S. selama 32 tahun masa pemerintahannya.
  • The U.S. State Department and Transparency International criticise the body as largely ineffectual due to its inability to prosecute accused corrupt members of government and its alleged lack of concrete accomplishments.
    U.S. State Department dan Transparency International mengritik lembaga ini sebagai tidak efektif karena tidak dapat menuntut pejabat yang korupsi dan karena pencapaian yang kecil.
  • "Corruption is still increasing in Indonesia; with government institutions such as the parliament, local government councilor, bureaucracy, tax official, and police perceived as corrupt institution," said Dadang Trisasongko, Secretary General of Transparency International Indonesia.
    “Dalam konteks Indonesia, korupsi masih meningkat, dengan lembaga-lembaga pemerintahan seperti DPR, DPRD, birokrasi, sektor pajak dan polisi dipersepsikan sebagai lembaga yang korup.” ungkap Dadang Trisasongko, Sekretaris Jenderal Transparency Internasional Indonesia.
  • The business environment and economy also benefit from relatively low corruption in the country; in 2010, Transparency International ranked Rwanda as the eighth cleanest out of 47 countries in Sub-Saharan Africa and sixty-sixth cleanest out of 178 in the world.
    Tingkat korupsi Rwanda relatif rendah bila dibandingkan dengan sebagian besar negara Afrika lainnya; pada tahun 2010, menurut Transparency International, Rwanda adalah negara terbersih kedelapan dari 47 negara di Afrika Sub-Sahara dan terbersih ke-66 dari 178 negara di dunia.
  • In addition, the Centre for the Study of Corruption and Organised Crime (OCCRP), in collaboration with Transparency International and several European media organisations, published a report, which claims that the ruling elite of Baku through fictitious companies “laundered” a $2.9 billion to bribe European politicians and purchase luxury goods.
    Selain itu, Pusat Studi Korupsi dan Kejahatan Terorganisir (OCCRP), bekerja sama dengan Transparency International dan beberapa organisasi media Eropa, menerbitkan sebuah laporan, yang mengklaim bahwa elit penguasa Baku melalui perusahaan-perusahaan fiktif "mencuci" $ 2.9 miliar untuk menyuap politisi Eropa dan membeli barang-barang mewah.